Langsung ke konten utama

Postingan

Rumah Makan Eyang

Foto hanya gula (pemanis hehe) Eyang Betari membuat rumah makan dengan tujuan sederhana agar semua orang yang rindu dengan kehangatan rumah bisa merasakannya. Eyang selalu menyambut tamu yang berkunjung di rumahnya seperti anak sendiri, ketika ada yang datang pasti eyang bilang "dari mana aja nak? Ini eyang masak sayur asem sama bakwan, makan ya, nak kamu kelihatan lelah ada apa nak ?, gimana hari ini nak ?" Sambutan hangat seperti anak sendiri begitulah eyang. Hidangan yang ada di rumah makan eyang juga hanya satu tidak bisa memilih dengan lauk apa seperti rumah makan pada umumnya. Apa yang eyang masak itu saja menunya, pengunjung juga bisa mengambil air minum sendiri layaknya di rumah.  Eyang Betari bercerita dulu sebelum eyang membuat rumah makan ini eyang suka memasak buat anak anak eyang, anak eyang ada 3, dua pria dan satu perempuan. Akan tetapi sekarang Meraka sudah punya kehidupan masing masing. Rasa kerinduan memasak untuk anaknya yang membuat eyang Betari membuat ru...
Postingan terbaru

Kata bapak berilah nilai dalam hidupmu tapi jangan nambah nambah ya nanti semuanya ritme yang kamu capai bisa hancur

Seperti biasa sore datang, aku dan bapakku duduk di beranda rumah dengan teh panas bikinan ibu. Suasana diantara kita sepi sekali hanya melihat lalu-lalang kendaraan bermotor lewat begitu saja. Tiba tiba bapak bilang kepadaku "Kamu kalo dikasih uang kamu mintak uang berapa?. Tapi jangan nambah ya". Dengan penuh pikiran yang matang aku menyebut uang 1 M, yah memang aku hanya bisa membayangkan uang 1 M saja pada saat itu sudah banyak dan tidak kepikiran 1 T nolnya ada berapapun aku tidak tahu "1 M pak". "Kenapa 1M ? Kamu udah punya rencana buat apa itu?" Timpal bapak dari jawabanku tadi. "Sudah pak, buat beli rumah, buat beli montor, buat buka usaha" jawabku. Sambil menghisap rokok ditangan kanannya bapak bilang "cukup ya, benar ya, nanti kamu aku kasih uang 1M tapi jangan nambah loh ya". Tak lama kemudian bapak kembali berbicara Kalo kamu berpikir itu kurang pasti kurang, tapi kalo kamu berpikir bahwa itu anugerah kelebihan yang sangat l...

Aku ingin hidup gila dan mati di umur 27

"Apakah perlu menjadi dewasa ?, Apakah perlu juga membahagiakan orang tua ? Atau kita perlu apakah untuk menjalani hidup?". Oi oi oi mulai lagi pertanyaan yang aneh kau lontarkan kepadaku Momo huhhhh. Ingat kita seumuran tahu. "Apakah seumuran kita berpikir demikian Ra? Banyak sekali pertanyaan yang berhamburan dalam kepalaku. Tentang menjadi apa besok, apakah aku bahagia menjalani hidup ini kelak, bagaimana membahagiakan orang tua, keinginan aneh yang ada di hidupku, kamu begitu juga tidak Ra ?". Membaringkan badanya ke pasir laut Momo melihat Rara yang ada di sebelahnya. Rara berdiri dari duduknya dan menatap Momo "Aku ingin hidup gila Mo dan mati di umur 27. Seperti Kurt Cobain, Jimi Hendrix, dan kawan kawan yang meninggal pada umur 27 tahun dipuncak karirnya hahahaha menyenangkan sekali ketika namanya di agung agungkan mereka pergi".  Bagaimana denganmu Mo? "Terus kalo kamu meninggal siapa yang menemaniku ? Jangan mati dulu kita belum ke Banda Nai...

Mencoba selaras dengan diri

Hay kalian siapapun yang baca tulisan ini dan mampir di blog saban waktu semoga tuhan tunjukkan kita jalan yang lurus, asik dan lucu ya heheh Oh iya pernah kecewa pada diri sendiri enggak ?. Semisal besok saya mau diet eh kok gak jadi terus kalian kecewa. Padahal kalo kita memutuskan untuk berubah, tetapi mengulangi kesalahan atau perilaku negatif yang sama, kita tidak boleh depresi atau menyalahkan diri sendiri loh. Bagaimana kalo tertawakan diri sendiri aja. Ya diakuilah bahwa rekaman kita kuat dan sangat bagus dalam hal itu. Bagaimanapun, ia tahu segalanya tentang kita. Ia menggunakan semua kelemahan dan alasan kita untuk membuat kita tetap berada di tempat kita sekarang. Belajarlah untuk merasa nyaman dengan siapa kita dan apa yang ada di dalam rekaman kita. Sebenarnya otak kita terus merekam semua pikiran dan tindakan kita sepanjang hidup kita. Saat kalian membaca tulisan ini, otak kalian sibuk merekam dan membandingkan informasi di dalamnya kepada kalian dengan pikiran...

Cinta dan pikiran produktif

Beberapa hari aku membaca buku "Man for Himself" manusia untuk dirinya sendiri karya Erich Fromm, yah belum khatam sih. Tapi ada salah satu subbab yang sangat menarik, membahas tentang cinta dan pikiran produktif. Nah dalam subbab ini dijelaskan bahwa Konsep cinta produktif sungguh sangat berbeda dari apa yang kerap disebut sebagai cinta. Tak ada satu kata pun yang lebih mendua dan lebih membingungkan dari pada kata "cinta". Ia digunakan untuk menunjukkan hampir setiap jenis perasaan kebencian dan kemuakan. Ia terdiri dari segala sesuatu mulai dari cinta kepada es krim hingga cinta kepada sebuah musik, dari rasa simpati yang sepele sampai perasaan kedekatan yang paling intens. Orang orang merasakan mereka mencintai jika mereka telah "jatuh hati kepada” seseorang. Mereka menyebut Cinta mereka dependen (terikat) dan juga kepemilikannya. Mereka percaya, kenyataannya, bahwa tak ada sesuatu yang lebih mudah dari pada mencintai, dan kesulitan hanya terletak pada pe...

Reggae bukan sekedar genre lagu

Jika ingin memahami pesan yang tertanam dalam musik reggae, kita harus menarik benang merah dan cikal bakalnya di Jamaika. Musik yang dialunkan menjalang detik detik kemerdekaan Jamaika dari kerajaan Inggris. 1962 bulan Agustus, rakyat Jamaika putus dari belenggu kolonialisme dan ingin lekas lepas dari bayang-bayang penjajahan Inggris. Anak muda disana menemukan gaya musik pribumi baru dalam alunan ska. sesuai dengan tarian dan tempo ska yang cepat, enerjik serta terdengar ceria, ia juga mencerminkan apa yang Jamaika rasakan saat itu sebuah keceriaan,harapan ,dan kemenangan dalam kemerdekaan terpancar dalam setiap tempo musiknya. namun nampaknya pemerintah Jamaika tidak secepat tempo ska keinginan rakyat Jamaika untuk memenuhi harapan tersebut bahkan pengangguran kemiskinan semakin meningkat. tempo cepat ska berubah menjadi sedikit pelan menjadi rocksteady yang sebetulnya bersiap untuk bermetamorfosis dalam bentuk reggae. euforia kemerdekaan kini berubah menjadi kes...

Damai dengan diri aja dulu...

Cukup sampai disini mungkin aku akan berdamai dengan diriku. Lihatlah bayi yang baru lahir dia menangis, hidup memang selalu dipenuhi dengan duka tapi bayi itu sekarang tumbuh. Ia mulai belajar untuk tersenyum, belajar memaknai dunia berserta isinya dengan duka cita. Hidup memang sebuah perayaan yang tak dapat dilakukan seorang diri. Layaknya perayaan hidup perlu apresiasi, partisipasi dan toleransi. Kita memang dipisahkan oleh berbagai perbedaan tapi juga disatukan oleh banyak persamaan. Layaknya dua sisi uang logam, tanpa sisi satunya uang tidak ada harganya. Keseimbangan antara dua sisi Demi kedamaian bersama. Sayangnya manusia terus menemukan cara untuk menemukan caranya untuk berselisih, terpuruk dalam ketidak puasan dan keputusasaan. Kita hanya jiwa yang dalam perjalanan panjang. Kita berjalan dalam bayang bayang waktu dan kehidupan tetap menjadi misteri besar akan ketidak abadian. Kapan saja perjalanan kita akan berhenti dan jarum jam tidak berputar kebelakang. Alam me...