Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Senja di dalam WhatsApp

Selang beberapa bulan putus denganku, dia tunangan dengan pria lain. Notifikasi muncul di hpku "saya besokmau tunangan mohon doanya, terima kasih pernah ada di kehidupanku". Kata dia dalam via whatsApp. Ingatanku muncul kembali, dulu kita pernah bersama dengan janji manis yang kita buat  bersama dan akhirnya kita tidak bisa penuhi bersama pula. Iya aku masih ingat dulu kau berkata "semoga kita abadi" dengan senyum manis mengatakan itu ketika langit senja sedang cantik cantiknya. Ditempat itu pula kita pertama kali mengukir nama kita didinding cinta. Ah sudahlah itu dulukan, gumamku dalam hati merusak ingatan yang sedang berlalu. "Selamat ya semoga bahagia" kutulis di WhatsApp ditambah emoticon senyum manis. Mungkin dia hanya ingin mengatakan bahwa sudah bahagia dengan hidup barunya. Obrola selesai tanpa ada balasan lebih lanjut. Seminggu berlalu setelah obrolan singkat padat via WhatsApp. Tidak salah pukul 00.00, "Boleh aku cerita sesuatu" ...

Kematian dengan damai

Berapa banyak masjid di surga? Jika bisa menjawab kamu boleh menuduhku kafir Berapa banyak gereja di surga? Jika bisa menjawab baptislah aku Adakah kedamaian sejinak merpati atau melainkan seekor jaguar yang buas. Bisakah kalian mengakui kebenaran meskipun tidak harus setuju dengan kebenaran. Adakah yang menantiku dinegara ini? Keunggulan sejati atau kedamaian? Bukan perihal menang dan kalah tapi kedamaian Atau bagaimana kuceritakan tentang kematian, aku sendiri kamatian itu. Sekali lagi berapa banyak masjid dan gereja disurga nanti?

Doa sifakir

Tuhan Wabah ini membuatku gelisah Anak dan istriku sudah dua hari tidak makan Bagaimana kami mau mengisolasi diri dirumah Kalo kami tinggal di gubuk kumuh di bawah kolong jembatan tanpa makanan Ketika hujan, air masuk tanpa permisi Ketika angin datang, badan kami teriris Tuhan Bagaimana ini tuhan Negaraku sudah tak waras Kemarin aku dengar masyarakat disuruh mengisolasi diri Sekarang aku dengar pula koruptor disuruh melarikan diri Tuhan Dunia kayaknya hanya untuk orang beruang saja Aku yang fakir ini tidak bisa apa apa Apakah surgamu juga begitu tuhan? Kalo tidak aku dan keluargaku akan berkunjung setelah ini

Negara hayalan

Nagara ini sudah tidak layak untuk orang miskin, butuh uang banyak untuk bertahan hidup di sini. Bagaimana tidak ayahku mati didepan sekretariat rumah sakit karena tidak punya uang. Ibuku juga meninggal karena menyembunyikan penyakitnya gara gara dia tau kalo aku tidak sanggup membiayai berobatnya dan adikku putus sekolah, karena tak ada biyaya.  Aku dipecat di sebuah pabrik karena aku selalu telat ketika istirahat untuk menjalankan kewajiban. Iya benar aku dipecat gara gara mengantri untuk sholat. Aku masih ingat betul bagaimana bunyi UUD 1945 yang dulu waktu SMP aku hafalkan bunyi "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan" mana yang harus dihapuskan? Orang miskinkah? Memang benar kemerdekaan adalah hak, tapi kenyataannya bukan untuk kami! Bayangkan didepan sekretariat bapakku mati tanpa pertolongan karena uangnya tidak cuku...

Semut tidak perlu agama

Kadang dalam pikiran bertanya apa tidak lelah kau semut tiap hari mondar mandir kesana kemari memanjat pohon, menyusuri selokan, hingga berjalan dengan rapi di tembok rumah. Aku saja sebagai manusia bangun pagi, siap siap untuk berkerja sampai sore sudah letih dan kusut begini itu saja masih dibantu teknologi. Kau tiap hari berjalan kaki, membawa benda 5 kali lebih besar dari pada tubuhmu, kau tak mengeluh. Atau keluh kesahmu tak terdengar oleh ku. Sebentar semut atau mungkin kau berjalan kesana kemari itu mencari tuhan? Iya kalo boleh tahu agamamu apa semut?. Kayaknya hidup sepertimu enak juga, tanpa masalah, tidak pusing mengurusi agama semut lain, tidak perlu bertengkar soal dogma dogma agama, tak perlu berdebat soal mengucapkan salamat hari raya kepada agama lain boleh atau tidak. Kau punya agama atau tidak?, Apa yang kau takutkan?, Jika kau tak punya agama?. Seandainya kita bisa berdialog secara empat mata, akan kuhujani dengan pertanyaan. Hai kau manusia ini aku semut, aku sa...

perjalanan

Mimpi setinggi 1.731 mdpl             Sejuk tenang dan hijau, tidak tau dimana aku sekarang, pemandangan yang belum pernah aku injak sebelumnya didunia nyata. Jauh diantara suara sumbang sepeda montor dan pengapnya udara akibat asap pabrik. Ternyata aku terbangun dari mimpi indah itu dan aku mulai melakukan aktifitas sehari hari dikampus. Mulai dari berangkat sampai kembali lagi tertidur pulas di pulau kapuk kesayanganku. Perkenalkan namuku Whidad Mahasiswa di salah satu Universitas yang ada di semarang. Entah kenapa dan sejak kapan aku suka melihat langit berubah warna menjadi orangen bercanpur dengan merah muda atau keungu unguan, aku sendiri tidak bisa menjelaskan. Sanres dan Sanset menurutku memiliki keindahannya masing masing.             Hari berlalu begitu cepat tak terasa sudah mulai akhir pekan. Lebih tepatnya hari Kamis tak sengaja aku melihat post di intragr...