Mimpi
setinggi 1.731 mdpl
Sejuk
tenang dan hijau, tidak tau dimana aku sekarang, pemandangan yang belum pernah
aku injak sebelumnya didunia nyata. Jauh diantara suara sumbang sepeda montor
dan pengapnya udara akibat asap pabrik. Ternyata aku terbangun dari mimpi indah
itu dan aku mulai melakukan aktifitas sehari hari dikampus. Mulai dari
berangkat sampai kembali lagi tertidur pulas di pulau kapuk kesayanganku.
Perkenalkan namuku Whidad Mahasiswa di salah satu Universitas yang ada di
semarang. Entah kenapa dan sejak kapan aku suka melihat langit berubah warna
menjadi orangen bercanpur dengan merah muda atau keungu unguan, aku sendiri
tidak bisa menjelaskan. Sanres dan Sanset menurutku memiliki keindahannya
masing masing.
Hari
berlalu begitu cepat tak terasa sudah mulai akhir pekan. Lebih tepatnya hari
Kamis tak sengaja aku melihat post di intragram mirip dengan apa yang ada di
dalam mimpiku. Mulai ku cari dan kutulusuri, Gunung Andong namanya terletak di
kabupaten Magelang, Yogyakarta. Tak perlu berpikir panjang aku memutuskan
menghabiskan akhir pekanku disana. Kalo cumak aku saja mungkin tidak seru aku
mencoba mengajak Sauqy teman akrabku sekaligus patner travelingku dan dia juga
mempunyai hobi mendaki gunung, peralatan sudah lengkap tinggal menunggu pemberangkatan.
Selamat
tinggal Semarang akhir pekan ini aku tidak akan menikmati kekusuttanmu yang
panas dan macet gumanku dalam hati. Tidak sabar rasanya, kami merencanakan
pemberangkattan di hari Jumat jam 2 sore menggunakan sepeda montor. Sauqy sudah pernah dua kali kesana sekitar 2 jam setengah sampai pada bescemp
pendakian katanya. Seperti tour gait saja salisa menceritakan pengalamannya
mendaki gunung andong dua kali itu “bukan gunung whidad seperti bukit saja kok,
tidak terlalu tinggi tapi pemandangannya tidak diragukan lagi pass lah untuk
pemula sepertimu” diakhiri dengan tertawa yang mengejekku “tenang saja sauqy ini seperti mimpiku kemarin malam, aku pasti kuat kok yang kamu hawatirka bagaimana
kamu mebujukku pulang” kubalas dengan tertawa juga .
Malampun
tiba aku tidak bisa tidur padahal ada kuliah jumat pagi, sudah pukul dua belas
tepat aku masih tidak bisa tidur aku mencoba membukak hp dan melihat post foto
yang ada di instragam gunung andong. Satu foto menuju foto yang satu sampai
tidak terlewatkan sampai aku tertidur puas dan pulas. Tak terasa ayam jago
sudah berkokok mulailah pagi yang paling aku tunggu tunggu hari ini, aku akan
berangkat ke Magelang wilayah Gunung Andong berada.
Makul
kuliah pagi ini sudah selesai dengan begitu cepat aku berkata dengan sauqy “
yuh kita siap siap buat nanti sore” sauqy dengan wajah mengejek
menjawab “kamu ini gak bisa sabar dikit apa whidad ini masih jam sepuluh, oh
iya ya balu pertama naik gunung, lupa aku” sauqy menertawaiku. Tidak
menggubrisnya aku langsung menarik tangannya untuk kembali ke kontrakan untuk
persiapa kita berangkat.
Tidak
terasa seperti yang aku katakan tadi, waktu tidak bisa dihentikan dan terus
berjalan seperti makin cepat saja rasanya. Sauqy tidur setelah peking tenda
dan pakaianyan jam menunjukkan jam dua tepat, aku membangunkan sauqy “ woy ayo
sudah jam dua loh nanti kita terlambat” masih memejamkan matanya dia bangun
langsung ganti baju. “woi kamu gak mandi apa? Badan sudah bau kambing gitu” aku langsung menyambar mengomen
kebiasaan jelek dia “ diem bawel ayo berangkat jadi apa enggak? “ sambil
mengupil dengan membawa tas berisikan tenda dan sleping bed dia keluar
kontrakan mencari sepatunya. Aku mulai mengikuti dari belakang “ ayuh sudah
siap mentalkan kita buat mimpimu terwujud” sauqy berkata sambil menaiki
montornya. “ siap berangkat” sambil aku berlari melompat menunggangi montor
sauqy.
Perjalanku
dimulai, kamu gunung andong yang selalu mendatangi mimpiku kini akan aku wujudkan. Berliku jalan
semarang menuju magelan telah aku dan sauqy lalui dengan canda gurau, tiba
tiba salisa menghentikan montornya dan berkata padaku “aku laper” sabil
tersenyum. “yaudah nyari makan sambil sekalian sholat mahrib dan isak” aku
menjawab, “ siap komadan” Sauqy langsung tancap gas mencari warung. Sampailah
di wartek yang dekat mushola dia langsung menyantap makanan yang dia pesan
seketika kayak orang belum makan seharian saja. Setelah selesai makan dan sholat
kami mulai melanjutkan perajalanan.
Tidak
lama kemudian sudah sampai di bescemp pendaftaran aku dan sauqy langsung
bergegas mendaftar dan mendaki. Selangkah demi langkah mulai aku jalankan
sambil mengatur nafas. Sauqy menghidupkan musik kesukaannya Iwan Fals.
Langkahku makin berat tak terasa sudah berjam jam rasanya dan berkilo kilo
meterrasanya aku lalui, badanku sudah tidak berdaya. “woi lemah lihat tuh atas, sudah mau sampai”
Sauqy berkata. Iya benar memang sudah kelihatan, tetes keringat mulai berhenti
dan kaki juga berhenti gemetar pandangan tertuju pada puncak. seperti sihir saja badanku yang tadinya sudah tak berdaya kini berjalan menyelesaikan perjalanan tanpa aku sadari.
Akhirnya
sampai juga di ketinggian 1.731 mdpl diatas laut sauqy mencari tempat untuk
mendirikan tenda dan aku masih menikmati udara malam itu. “woyyy sini ayo
tendanya di dirikan” panggilannya, mulai kami mendirikan tenda”besok pagi
kalo cerah dari arah timur kamu bisa lihat gunung Merbabu, Merapi,bahkan lawu
jika cuaca mendukung. Arah selatan gunung Tidar dan menores kalo arah barat
gunung Sindoro,Sumbing,Prau yang terakhit kalo kearah utara kamu bisa melihat
gunung telomoyo dan Ungaran” jelas Sauqy seperti menjelaskan kepada anak TK.
Tenda sudah berdiri barang mulai dimasukkan dia langsung saja tidur dan aku
membuat secangkir kopi sambil menunggu sanrase datang.
Angin
mulai berani membaur denganku mencolek colek dengan awan yang berubah menjadi
terang, cahaya yang aku tungu tunggu datang dari timur cantik dan anggun aku
mencoba membangunkan sauqy alhasil gagal. Hanya aku sendiri disini mengawasi
sang putri dari timur malu malu meminculkan batang hidungnya. Ini sama persis
yang ada dimipiku. Iya sunres dan sunset memang sama sama indah, sebenarnya
tidak usah saling berdebat tentang mana yang lebih indah. Semuanya memiliki
keindahaan dan pesonanya masing masing.
Komentar
Posting Komentar