Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Rumah Makan Eyang

Foto hanya gula (pemanis hehe) Eyang Betari membuat rumah makan dengan tujuan sederhana agar semua orang yang rindu dengan kehangatan rumah bisa merasakannya. Eyang selalu menyambut tamu yang berkunjung di rumahnya seperti anak sendiri, ketika ada yang datang pasti eyang bilang "dari mana aja nak? Ini eyang masak sayur asem sama bakwan, makan ya, nak kamu kelihatan lelah ada apa nak ?, gimana hari ini nak ?" Sambutan hangat seperti anak sendiri begitulah eyang. Hidangan yang ada di rumah makan eyang juga hanya satu tidak bisa memilih dengan lauk apa seperti rumah makan pada umumnya. Apa yang eyang masak itu saja menunya, pengunjung juga bisa mengambil air minum sendiri layaknya di rumah.  Eyang Betari bercerita dulu sebelum eyang membuat rumah makan ini eyang suka memasak buat anak anak eyang, anak eyang ada 3, dua pria dan satu perempuan. Akan tetapi sekarang Meraka sudah punya kehidupan masing masing. Rasa kerinduan memasak untuk anaknya yang membuat eyang Betari membuat ru...

Kata bapak berilah nilai dalam hidupmu tapi jangan nambah nambah ya nanti semuanya ritme yang kamu capai bisa hancur

Seperti biasa sore datang, aku dan bapakku duduk di beranda rumah dengan teh panas bikinan ibu. Suasana diantara kita sepi sekali hanya melihat lalu-lalang kendaraan bermotor lewat begitu saja. Tiba tiba bapak bilang kepadaku "Kamu kalo dikasih uang kamu mintak uang berapa?. Tapi jangan nambah ya". Dengan penuh pikiran yang matang aku menyebut uang 1 M, yah memang aku hanya bisa membayangkan uang 1 M saja pada saat itu sudah banyak dan tidak kepikiran 1 T nolnya ada berapapun aku tidak tahu "1 M pak". "Kenapa 1M ? Kamu udah punya rencana buat apa itu?" Timpal bapak dari jawabanku tadi. "Sudah pak, buat beli rumah, buat beli montor, buat buka usaha" jawabku. Sambil menghisap rokok ditangan kanannya bapak bilang "cukup ya, benar ya, nanti kamu aku kasih uang 1M tapi jangan nambah loh ya". Tak lama kemudian bapak kembali berbicara Kalo kamu berpikir itu kurang pasti kurang, tapi kalo kamu berpikir bahwa itu anugerah kelebihan yang sangat l...

Aku ingin hidup gila dan mati di umur 27

"Apakah perlu menjadi dewasa ?, Apakah perlu juga membahagiakan orang tua ? Atau kita perlu apakah untuk menjalani hidup?". Oi oi oi mulai lagi pertanyaan yang aneh kau lontarkan kepadaku Momo huhhhh. Ingat kita seumuran tahu. "Apakah seumuran kita berpikir demikian Ra? Banyak sekali pertanyaan yang berhamburan dalam kepalaku. Tentang menjadi apa besok, apakah aku bahagia menjalani hidup ini kelak, bagaimana membahagiakan orang tua, keinginan aneh yang ada di hidupku, kamu begitu juga tidak Ra ?". Membaringkan badanya ke pasir laut Momo melihat Rara yang ada di sebelahnya. Rara berdiri dari duduknya dan menatap Momo "Aku ingin hidup gila Mo dan mati di umur 27. Seperti Kurt Cobain, Jimi Hendrix, dan kawan kawan yang meninggal pada umur 27 tahun dipuncak karirnya hahahaha menyenangkan sekali ketika namanya di agung agungkan mereka pergi".  Bagaimana denganmu Mo? "Terus kalo kamu meninggal siapa yang menemaniku ? Jangan mati dulu kita belum ke Banda Nai...