Jika ingin memahami pesan yang tertanam dalam musik reggae, kita harus menarik benang merah dan cikal bakalnya di Jamaika. Musik yang dialunkan menjalang detik detik kemerdekaan Jamaika dari kerajaan Inggris.
1962 bulan Agustus, rakyat Jamaika putus dari belenggu kolonialisme dan ingin lekas lepas dari bayang-bayang penjajahan Inggris. Anak muda disana menemukan gaya musik pribumi baru dalam alunan ska.
sesuai dengan tarian dan tempo ska yang cepat, enerjik serta terdengar ceria, ia juga mencerminkan apa yang Jamaika rasakan saat itu sebuah keceriaan,harapan ,dan kemenangan dalam kemerdekaan terpancar dalam setiap tempo musiknya.
namun nampaknya pemerintah Jamaika tidak secepat tempo ska keinginan rakyat Jamaika untuk memenuhi harapan tersebut bahkan pengangguran kemiskinan semakin meningkat.
tempo cepat ska berubah menjadi sedikit pelan menjadi rocksteady yang sebetulnya bersiap untuk bermetamorfosis dalam bentuk reggae.
euforia kemerdekaan kini berubah menjadi kesajahteraan yang imbang ambing dijanjikan oleh sistem pemerintahan baru di Jamaika. Sepertinya rakyat Jamaika membutuhkan sebuah jawaban dari keresahan tersebut.
seperti yang kita tahu insan reggae di Indonesia sering mengibarkan bendera tri warna (merah, emas, dan hijau) menjadi identitas kebanggaan insan reggae di tanah air.
tetapi jika kita mampu menelisik lebih dalam dalam tri warna tersebut bukan hanya identitas bendara resmi negara Jamaika saja. Tatapi jawaban dari keresahan masyarakat Jamaika.
Seiring mengikatkanya pengangguran, kriminalitas, dan kemiskinan di Jamaika. Muncul kelompok di perdesaan yang menyatakan dirinya sebagai pergerakan ordo atau sebuah pergerakan bangsa kulit hitam.
pergerakan ini tidak menginginkan kursi kedudukan dalam perpolitikan. Ia pun tidak ingin hidup seperti masyarakat Jamaika pada umumnya.
pergerakan ini memisahkan dari kota dan memutuskan tinggal di perdesaan. Agraria adalah sumber kehidupan agar pergerakan ini terus pertahan. Dalam pergerakan ini mereka memakan apa yang ditumbuhkan dan meminum apa yang disediakan oleh alam.
tanaman tembakau dan kanabis digunakan sebagai alat meditasi untuk membuka Indra ketuju manusia.
aparat dan polisi risau dengan keberadaan Rastafari di berbagai perdesaan Jamaika, seluruh pengikut pergerakan tersebut dicap sebagai kriminal kerena tidak hidup di dalam sistem yang tertata oleh pemerintah Jamaika. Alasan lainnya pihak kepolisian melarang menggunakan kanabis yang tentunya di gunakan oleh pergerakan Rastafara.
kediaman dan pusat pergerakan Rastafara diincar, banyak juga yang dihancurkan. Mereka menyelinap dalam bagian kota yang kumuh.
kebetulan atau tidak pergerakan Rastafara mengasuh dan menanam filosofinya di musik reggae. Musik yang berkembang dari ska dan rosksteady ini tidak jelas siapa sosok yang melahirkannya.
Rastafara mengajarkan kepada rakyat miskin Jamaika bahwa meraka bukanlah orang Jamaika tetapi orang Afrika yang berasal dari titisan kerajaan, kerajaan Etiopia. Rastafari mengganti bendera Jamaika denang bedera Etiopia yaitu merah, emas dan hijau. Kini identik dengan sebuah image reggae
1962 bulan Agustus, rakyat Jamaika putus dari belenggu kolonialisme dan ingin lekas lepas dari bayang-bayang penjajahan Inggris. Anak muda disana menemukan gaya musik pribumi baru dalam alunan ska.
sesuai dengan tarian dan tempo ska yang cepat, enerjik serta terdengar ceria, ia juga mencerminkan apa yang Jamaika rasakan saat itu sebuah keceriaan,harapan ,dan kemenangan dalam kemerdekaan terpancar dalam setiap tempo musiknya.
namun nampaknya pemerintah Jamaika tidak secepat tempo ska keinginan rakyat Jamaika untuk memenuhi harapan tersebut bahkan pengangguran kemiskinan semakin meningkat.
tempo cepat ska berubah menjadi sedikit pelan menjadi rocksteady yang sebetulnya bersiap untuk bermetamorfosis dalam bentuk reggae.
euforia kemerdekaan kini berubah menjadi kesajahteraan yang imbang ambing dijanjikan oleh sistem pemerintahan baru di Jamaika. Sepertinya rakyat Jamaika membutuhkan sebuah jawaban dari keresahan tersebut.
seperti yang kita tahu insan reggae di Indonesia sering mengibarkan bendera tri warna (merah, emas, dan hijau) menjadi identitas kebanggaan insan reggae di tanah air.
tetapi jika kita mampu menelisik lebih dalam dalam tri warna tersebut bukan hanya identitas bendara resmi negara Jamaika saja. Tatapi jawaban dari keresahan masyarakat Jamaika.
Seiring mengikatkanya pengangguran, kriminalitas, dan kemiskinan di Jamaika. Muncul kelompok di perdesaan yang menyatakan dirinya sebagai pergerakan ordo atau sebuah pergerakan bangsa kulit hitam.
pergerakan ini tidak menginginkan kursi kedudukan dalam perpolitikan. Ia pun tidak ingin hidup seperti masyarakat Jamaika pada umumnya.
pergerakan ini memisahkan dari kota dan memutuskan tinggal di perdesaan. Agraria adalah sumber kehidupan agar pergerakan ini terus pertahan. Dalam pergerakan ini mereka memakan apa yang ditumbuhkan dan meminum apa yang disediakan oleh alam.
tanaman tembakau dan kanabis digunakan sebagai alat meditasi untuk membuka Indra ketuju manusia.
aparat dan polisi risau dengan keberadaan Rastafari di berbagai perdesaan Jamaika, seluruh pengikut pergerakan tersebut dicap sebagai kriminal kerena tidak hidup di dalam sistem yang tertata oleh pemerintah Jamaika. Alasan lainnya pihak kepolisian melarang menggunakan kanabis yang tentunya di gunakan oleh pergerakan Rastafara.
kediaman dan pusat pergerakan Rastafara diincar, banyak juga yang dihancurkan. Mereka menyelinap dalam bagian kota yang kumuh.
kebetulan atau tidak pergerakan Rastafara mengasuh dan menanam filosofinya di musik reggae. Musik yang berkembang dari ska dan rosksteady ini tidak jelas siapa sosok yang melahirkannya.
Rastafara mengajarkan kepada rakyat miskin Jamaika bahwa meraka bukanlah orang Jamaika tetapi orang Afrika yang berasal dari titisan kerajaan, kerajaan Etiopia. Rastafari mengganti bendera Jamaika denang bedera Etiopia yaitu merah, emas dan hijau. Kini identik dengan sebuah image reggae
Komentar
Posting Komentar