Cukup sampai disini mungkin aku akan berdamai dengan diriku. Lihatlah bayi yang baru lahir dia menangis, hidup memang selalu dipenuhi dengan duka tapi bayi itu sekarang tumbuh. Ia mulai belajar untuk tersenyum, belajar memaknai dunia berserta isinya dengan duka cita.
Hidup memang sebuah perayaan yang tak dapat dilakukan seorang diri. Layaknya perayaan hidup perlu apresiasi, partisipasi dan toleransi. Kita memang dipisahkan oleh berbagai perbedaan tapi juga disatukan oleh banyak persamaan. Layaknya dua sisi uang logam, tanpa sisi satunya uang tidak ada harganya. Keseimbangan antara dua sisi Demi kedamaian bersama. Sayangnya manusia terus menemukan cara untuk menemukan caranya untuk berselisih, terpuruk dalam ketidak puasan dan keputusasaan.
Kita hanya jiwa yang dalam perjalanan panjang. Kita berjalan dalam bayang bayang waktu dan kehidupan tetap menjadi misteri besar akan ketidak abadian. Kapan saja perjalanan kita akan berhenti dan jarum jam tidak berputar kebelakang.
Alam menyediakan perjalanan untukmu, nikmati jangan merusak. Alam itu kita, jika kita merusaknya sama halnya kita merusak diri kita sendiri.
Hidup memang sebuah perayaan yang tak dapat dilakukan seorang diri. Layaknya perayaan hidup perlu apresiasi, partisipasi dan toleransi. Kita memang dipisahkan oleh berbagai perbedaan tapi juga disatukan oleh banyak persamaan. Layaknya dua sisi uang logam, tanpa sisi satunya uang tidak ada harganya. Keseimbangan antara dua sisi Demi kedamaian bersama. Sayangnya manusia terus menemukan cara untuk menemukan caranya untuk berselisih, terpuruk dalam ketidak puasan dan keputusasaan.
Kita hanya jiwa yang dalam perjalanan panjang. Kita berjalan dalam bayang bayang waktu dan kehidupan tetap menjadi misteri besar akan ketidak abadian. Kapan saja perjalanan kita akan berhenti dan jarum jam tidak berputar kebelakang.
Alam menyediakan perjalanan untukmu, nikmati jangan merusak. Alam itu kita, jika kita merusaknya sama halnya kita merusak diri kita sendiri.
Komentar
Posting Komentar