Genap lima tahun hubunganku dengannya dan satu tahun berlalu tanpa berjumpa. Sangat sulit bagiku menjalani hubungan seperti ini, tanpa pertemuan. Senja demi senja tanganku mulai gatal, ingin sekali rasanya menggenggam erat tangamu seperti dulu. Ingat tidak? dulu kita sering berjalan berdua menyusuri tepian pantai dengan kaki telanjang melenggak lenggok diatas pasir yang berirama deburan ombak.
Bagaimana kabarmu di negeri Hitler? Aku harap kamu baik baik saja disana. Setahun tanpamu tidaklah sebentar bagiku tanpa senyum manismu. Aku disini masih menunggu dan masih memegang janji terakhir ketika kita bertemu. Ingat tidak janji yang kita buat? atau kamu lupa? Aku harap tidak.
Setahun belakangan ini kisah kita berbumbu dengan salah paham, lost contact dan kecemburuanku yang selalu ingin mendapatkan perhatianmu. Aku tau maksudmu, inikah yang kamu maksud?. Jika keseringan berhubungan via online kamu takut kalo bosen dan kamu tidak pernah mengeluarkan kata kata romantis seperti dulu karena kamu ingin aku kuat mental tidak baperankan? Aku menghargai sikapmu itu, tapi asal kau tau, rinduku ini sudah mau sampai keujung batas, seperti senja ditelan oleh malam dan yang aku tau juga obat rindu adalah pertemuan.
Hanya satu pertanyaanku untukmu saat ini, "Jika semua sungai manis dari manakah laut mendapatkan asinnya?" Sama seperti aku wanita, yang salalu ditanyai perihal pasangan hidup. Ingin sekali hubungan kita seperti sungai yang manis, dan tidak mau seperti laut yang asin. Itu yang aku inginkan. Asal kamu tagu lagi kemarin aku menolak lamaran si Joko karena aku masih berat meninggalkanmu, melupakan kenangan manis kita, aku tak sanggup!! Aku menolak lamaran Joko!!.
Iya aku paham dulu kamu juga pernah berkata "Ketika hubungan kita tak semanis sungai, kita tidak akan seperti laut yang asin . Jika kita tidak ditakdirkan bersama, kita berjanji tidak akan saling lupa" itukan janjimu. Tapi dari manakah laut mendapat asinya? Itu dari sang pencipta, sama halnya hubungan kita yang tak tahu bagaimana akhirnya. Semoga semesta berkerja dengan baik.
Untukmu di negeri Hitler, salam hangat dari perempuan yang pernah kau genggam tangannya ketika senja tiba.
Aku rindu
Bagaimana kabarmu di negeri Hitler? Aku harap kamu baik baik saja disana. Setahun tanpamu tidaklah sebentar bagiku tanpa senyum manismu. Aku disini masih menunggu dan masih memegang janji terakhir ketika kita bertemu. Ingat tidak janji yang kita buat? atau kamu lupa? Aku harap tidak.
Setahun belakangan ini kisah kita berbumbu dengan salah paham, lost contact dan kecemburuanku yang selalu ingin mendapatkan perhatianmu. Aku tau maksudmu, inikah yang kamu maksud?. Jika keseringan berhubungan via online kamu takut kalo bosen dan kamu tidak pernah mengeluarkan kata kata romantis seperti dulu karena kamu ingin aku kuat mental tidak baperankan? Aku menghargai sikapmu itu, tapi asal kau tau, rinduku ini sudah mau sampai keujung batas, seperti senja ditelan oleh malam dan yang aku tau juga obat rindu adalah pertemuan.
Hanya satu pertanyaanku untukmu saat ini, "Jika semua sungai manis dari manakah laut mendapatkan asinnya?" Sama seperti aku wanita, yang salalu ditanyai perihal pasangan hidup. Ingin sekali hubungan kita seperti sungai yang manis, dan tidak mau seperti laut yang asin. Itu yang aku inginkan. Asal kamu tagu lagi kemarin aku menolak lamaran si Joko karena aku masih berat meninggalkanmu, melupakan kenangan manis kita, aku tak sanggup!! Aku menolak lamaran Joko!!.
Iya aku paham dulu kamu juga pernah berkata "Ketika hubungan kita tak semanis sungai, kita tidak akan seperti laut yang asin . Jika kita tidak ditakdirkan bersama, kita berjanji tidak akan saling lupa" itukan janjimu. Tapi dari manakah laut mendapat asinya? Itu dari sang pencipta, sama halnya hubungan kita yang tak tahu bagaimana akhirnya. Semoga semesta berkerja dengan baik.
Untukmu di negeri Hitler, salam hangat dari perempuan yang pernah kau genggam tangannya ketika senja tiba.
Aku rindu
Menarik. Namun masih ada beberapa kata yang masih typo menurutku. Jikalau d dunia nyata hal seperti itupun akan berujung sangat tragis. Karena org yg setia akan kalah dengan orang yang selalu ada.
BalasHapus